Jumat, 29 Mei 2009

Keutamaan ilmu dari pada harta

Sepuluh orang kaum Khawarij mendatangi Khalifah ke-IV, Ali bin Abi Thalib Ra. Mereka mendatangi Khalifah karena ingin menanyakan sesuatu, di samping rasa iri terhadap kepandaian khalifah, baik dalam ilmu agama maupun lainnya. Rasuluilah Saw pernah bersabda: "Aku ini kotanya ilmu pengetahuan, dan Ali adalah sebagai pintunya."
Sesampainya mereka dihadapan Khalifah Ali, mereka diterima dengan ramah, dan Khalifah menganggap mereka sebagai tamu terhormat.

Salah seorang dari mereka membuka pertanyaan kepada Khalifah Ali: "Wahai Ali, kami adalah sepuluh orang yang diutus oleh kaum kami untuk mengajukan pertanyaan kepadamu, dan kami akan bergiliran bertanya kepadamu. Dan jawabanmu nantinya akan kami bawa pulang kepada kaum kami."


Khalifah Ali menjawab: "Baiklah kalau demikian. Dan apa yang akan kalian tanyakan padaku?"
"Wahai Ali, manakah yang lebih mulia, ilmu pegetahuan atau harta benda, dan terangkan pula sebab-sebabnya?" tanya orang pertama.
"Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia daipada harta benda," jawab Khalifah Ali.

Kemudian orang kedua memberikan pertanyaan: "Manakah yang lebih mulia ilmu pengetahuan atau harta benda, dan jelaskan sebab-sebabnya?"

"Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmulah yang menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta, yang empunyalah yang memelihara dan menjaganya," jawab Khalifah Ali.

Setelah orang pertama dan kedua selesai dijawab oleh Khalifah Ali, kemudian orang ketiga, keempat, kelima, hingga orang kesepuluh mengajukan pertanyaan yang sama seperti yang diajukan oleh orang pertama dan kedua.

Kepada penanya ketiga khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu banyak sahabatnya, sedangkan orang yang banyak hartanya lebih banyak musuhnya."

Kepada penanya keempat khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan berkurang."

Kepada penanya kelima khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap."

Kepada penanya keenam khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak bisa binasa, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia."

Kepada penanya ketujuh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya."

Kepada penanya kedelapan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya."

Kepada penanya kesembilan khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia daripada harta, karena orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si 'Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil."

Dan kepada penanya kesepuluh khalifah menjawab: "Ilmu lebih mulia dan lebih utama daripada harta kekayaan, karena orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur."

Seusai mendengarkan jawaban Khalifah Ali yang begitu cemerlang, kesepuluh orang kaum Khawarij itu berdecak kagum, karena satu pertanyaan dapat dijawab dengan sepuluh jawaban. Kemudian, mereka kembali kepada kaumnya dengan rasa puas, dan bertambah yakin bahwa Khalifah Ali benar-benar sebagai pintu gerbangnya ilmu.
----------------------------

Selasa, 26 Mei 2009

Sekilas infotainment

Oleh Saifur Rohman


TAYANGAN talkshow "[Bukan] Empat Mata" yang dipandu oleh Thukul Arwana adalah Tontonan yang Menarik, lucu, menghibur, kocak, tolol, seru, tetapi tayangan ini tidak bermutu. Pengelola televisi menjual ketololan dan keburukan Thukul. Suatu kali Thukul mengumpat penonton sebagai "wong deso","kere","gudikan", dan "katrok".
Kali ini dia menyumpahi dirinya yang "kayak monyet","dower", alias "monyong". Kalau suatu kali ada bintang tamu yang menertawakannya, maka dia menyumpahi, "Dengkulmu mlocot!".Rekan Kerjanya, Pepi, disumpahi mirip buaya. Vega dipanggil Ngatini yang kakinya penuh koreng. Dan tak jarang dia kolokan seperti anak kecil menangis pura-pura, menyumpahi lagi, mencopot jasnya, dan tak jarang dia mecium dan memegang tangan bintang tamu perempuan.

Menarik, Tetapi tidak bermutu. Lagu Grub Band Wali bertajuk "Emang Dasar" (2008)" adalah lagu menarik, tetapi tidak bermutu. Dia bercerita tentang cowok Playboy,
sehingga disumpahi oleh seorang laki-laki. Dalam referennya akan terdengar sumpah serapah yang hanya cocok diucapkan oleh para berandalan. "Emang Dasar, emang dasar kamu ********". Bandingkan dengan lagu Grub band Ada yang juga bercerita tentang perempuan playgirl, yakni "pemain cinta" (2009). Ceritanya dia digoda cewek si pemain cinta, penikmat nafsu dunia, tetapi dia menolak. Dia berucap, "Walau dirimu begitu indah, maaf kamu tak pantas bagiku..." Lagu Wali di atas itu menarik, tetapi tidak bermutu. Lagu Ada Band itu menarik, Sekaligus Bermutu.

Menarik itu berarti disukai banyak orang. Populer. Semua Bisa nyaman. Bernutu itu artiinya memiliki nilai kelebihan, manfaat, membawa pesan luhurbagi semua orang. Apa gunanya membuat karya bermutu dam menarik?.
kalau hanya memburu disukai banyak orang, maka orang tidak harus pintar karena kebodohan itu bisa menarik, menyenangkan, kocak. Tetapi itu Menyedihkan, karena tidak di imbangi dengan mutu. Karya yang bermutu akan menampilkan dirikita sebagai orang yang berguna bukan untuk diri kita sendiri, tetapi juga orang lain.

Sabtu, 09 Mei 2009

Aku Mau Apa Ya???

1) Belajar Paskal

2) Belajar HTML

3) Belajar VB